BREAKING NEWS

Dewan Penasehat DPD Golkar Ponorogo, Soegeng Prawoto: Jaga Kekompakan

Dewan Penasehat DPD Golkar Ponorogo, Soegeng Prawoto: Jaga Kekompakan


PONOROGO, Media Jatim News - Dewan Penasehat Partai Golkar DPD Golkar Kabupaten Ponorogo, mengajak menjaga kekompakan selama mengarungi tahun politik 2024. Hal itu harus dilakukan agar target-target yang sudah dicanangkan bisa diraih.

Dewan Penasehat DPD Golkar Ponorogo Soegeng Prawoto (66) menyampaikan, kekompakan dan kesolidan sangatlah penting bagi kelangsungan partai Golkar.

"Tujuan dari kekompakan yang dibangun tersebut adalah untuk kemenangan Golkar pada pemilu serentak Pilkada 2024 dan kebesaran partai Golkar di Ponorogo," ujar Soegeng saat menghadiri acara silaturahmi dan konsolidasi pengurus DPD Golkar Ponorogo jelang persiapan Pilkada serentak 2024, Minggu lalu (6/10) di aula DPD Golkar 

"Saya sangat rindu kedamaian, kekompakan dan rindu dimana ketika kita sedang duduk-duduk di depan Mushola, semua sama, baik ketua, bupati dan pejabat lainnya merasa sama. Saling canda, gojlok-gojlokan dan sebagainya," kata Soegeng.

Dia juga mengajak, jangan lagi sesama kader plerok-plerokan, saling menjegal apalagi mempunyai semangat bagaimana agar bisa menjatuhkan.

"Kalau ingin Golkar di Ponorogo kembali jaya, ayo bersama-sama ndandani Golkar, agar kembali solid. Jangan lagi ada keinginan menjatuhkan sesama kader," terangnya.

Soegeng juga mengungkapkan bahwa sejak lahir dirinya sudah Golkar, hingga sekarang tetap Golkar.

Dia menyebut, sesepuh dan tokoh Golkar Ponorogo yang sudah almarhum seperti, Alm pak Mohammad Supajar, alm pak Tobron, alm pak Boking, dan lainnya, mereka semua adalah tokoh-tokoh yang ikut membesarkan partai Golkar di Ponorogo.

"Sedikit cerita, Pada tahun 1982 Saya bergabung di partai Golkar, pada waktu itu saat ramai kampanye Saya termasuk korban dari pemukulan, sama putranya pak Pram putranya Bupati Sumadi waktu itu. Dikeroyok oleh kader dari kader partai lain satu truk turun menghajar," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, ternyata membawa hikmah, Saya dipanggil, pada waktu itu Bupati Ponorogo Sumadi tanya kepada Saya, sakit mas? Saya bilang sakit bapak? Terus ditanya lagi, sampean kerja apa? Saya jawab belum kerja. Terus bilang lagi,  coba ngurus CV. Saya bingung pada saat itu, apa itu CV,  setelah saya berusaha dan melengkapi, dan ternyata saya diberi pekerjaan membangun pasar Balong, pertama kali bisa bekerja. 

"Sejak itu, saya akhirnya tidak pernah kemana-mana tetap di Golkar, sampai kapanpun, insyaallah," kata Soegeng yang mendapat aplus dari undangan yang hadir.

Pun, walau pernah mendapatkan perlakuan tidak baik, dikuyo kuyo, namun Saya dan keluarga sampai sekarang tidak pernah meninggalkan Golkar.

"Kalau dulu yel yel nya, Golkar menang, Pancasila Jaya. Sekarang Golkar Solid, Indonesia Maju, Pilkada menang," ucapnya.

Dikatakan, impian pak Ali akan terwujud, kalau kita benar-benar kompak. "Jika nanti Golkar adem, ayem, tidak saling plerok-plerokan, sikut-sikutan. Insyaallah saya akan banyak waktu untuk Golkar," tuturnya.

Menurutnya, sekarang ini Partai Golkar adalah partai besar yang solid, bisa dijadikan contoh partai lainnya. 

"Saya juga ingin Golkar bisa besar lagi di Ponorogo, dulu Golkar di DPRD Ponorogo pernah 10 kursi, kemudian turun 4 kursi, dan sekarang 5 kursi. Kedepan jika benar-benar kompak, kalau hanya 7 kursi seperti disampaikan pak Ali kecil. Minimal bisa kembali 10 kursi," ujarnya 

Harapannya, mari bersama dijaga kekompakan antar kader, saling bertemu, ngopi-ngopi, saling bercanda agar kesolidan benar-benar terjadi.

Selain itu, nanti ketika dilakukan Musda, jangan lagi ribut-ribut, saling jegal jegalan apa lagi saling menjatuhkan. 

"Seperti disampaikan pak Ali Plt. Ketua DPD Golkar yakni kalau sudah mufakat satu, mari kita dukung. Saya setuju, jika musda sudah ada jago tunggal, harus didukung," tukasnya. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar