BREAKING NEWS

Pasca Banjir, Kades Bringinan Bersama Warga Gotong royong Membersihkan Tumpukan Aram Bambu

Pasca Banjir, Kades Bringinan Bersama Warga Gotong royong Membersihkan Tumpukan Aram Bambu


PONOROGO, Media Jatim News – Curah Hujan yang tinggi  di Wilayah Kecamatan Slahung, Balong dan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan sungai di Desa Bringinan penuh dengan Aram Bambu (sampah) pada Kamis (30/11/2023).

Akibat kejadian itu, Aram Bambu menyumbat di jembatan dan airnya meluap ke jalan desa, air masuk kerumah warga.

Selain itu, tersumbatnya jembatan di RT 2 RW 2 Dukuh Ngasem, air menjebol talud di dua lokasi.

Barno Kepala Desa Bringinan Kecamatan Jambon mengatakan, kejadian bencana banjir sering terjadi di desanya. Biasanya, terjadi di awal musim hujan, dengan curah hujan tinggi.

"Kejadian banjir ini sudah sering terjadi, setiap tahun kayak rutin di awal musim hujan tiba, apalagi curah hujan tinggi," kata Barno, Selasa (5/12/2023).

Kepala desa dua periode ini juga menjelaskan dan mengaku kalau pihaknya belum bisa maksimal agar tidak terjadi banjir.

"Pemerintah desa Bringinan belum bisa maksimal mengatasi agar tidak terjadi banjir. Sebenarnya, pihaknya sudah berupaya agar tidak terjadi banjir, dengan cara menghimbau warganya jangan membuang sampah di sungai," terangnya.

Barno menyebut, sungai yang melintas di Desanya berasal dari Desa Jonggol, Karangpatihan, Sumberejo, Ngumpul baru Desa Bringinan. 

"Sampah Aram Bambu di Bringinan bisa diatasi, namun dari desa lain datang lebih besar Aram (sampah bambu) sehingga menutup aliran sungai di bawah jembatan," ungkapnya.

Dikatakan, akibat air tidak bisa mengalir akhirnya meluap dan terjadi banjir. "Ini terjadi dalam kurun waktu lima tahunan, terjadi banjir," ucapnya.

Atas kejadian itu, pihaknya selaku kepala desa sudah melaporkan kejadian ke BPBD dan BBWS Bengawan Solo. "Alhamdulillah, dari BPBD dan BBWS Solo di Madiun dibantu alat berat untuk membersihkan Aram sampah bambu," ungkapnya.

Barno juga menepis kalau dikatakan ada warganya yang mengeluh akibat bencana banjir. 

"Saya katakan tidak ada warganya yang mengeluh. Tidak ada, kita bersama warga lain all out dan bergotong royong. Pemerintah desa Bringinan selalu hadir, bisa dikatakan, 'sebelum lahir sampai meninggal dunia', semua bersama, mulai perangkat desa, BPD, warga, hadir bila ada yang kesusahan," pungkasnya. (nur/adv).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar