Duka PMI Muda Asal Nambangrejo, Ponorogo, Meninggal Terseret Ombak di Jepang
Duka PMI Muda Asal Nambangrejo, Ponorogo, Meninggal Terseret Ombak di Jepang
PONOROGO, Media Jatim News — Suasana duka mendalam menyelimuti warga RT 01/RW 02 Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.
Tangis haru mengiringi kabar duka atas meninggalnya Mazda Satria Purnama (21), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) muda yang menjadi korban musibah kecelakaan laut di Jepang.
Saat ini, jenazah almarhum belum tiba di rumah duka dan proses pemulangan ke tanah air masih terus diupayakan.
Putra tercinta dari pasangan Efendi dan Ibu Hartatik ini merupakan alumni SMK jurusan Teknik Bodi Otomotif lulusan tahun 2024.
Di Negeri Sakura, pemuda kelahiran 2005 tersebut bekerja keras sesuai bidang keahliannya.
Kepergian almarhum menyisakan kenangan manis sekaligus duka mendalam bagi keluarga dan kerabat terdekat.
Kerabat korban, Septya, mengenang Mazda sebagai sosok pemuda yang sangat santun dan ceria.
"Anaknya itu sangat baik, ramah, dan murah senyum. Di rumah maupun dengan kawan-kawannya tidak pernah neko-neko (macem-macem). Dia juga sangat rajin dan senang dengan pekerjaannya di sana nggarap bodi-bodi mobil," tutur Septya saat menceritakan sosok almarhum.
Dikenal Tertib dan Supel Semasa Sekolah
Kesan positif tentang almarhum juga disampaikan oleh pihak sekolah. Bu Eni, perwakilan dari SMK PGRI 2 Ponorogo, mengungkapkan bahwa Mazda Satria merupakan siswa yang sangat tertib dan memiliki kepribadian yang baik selama menimba ilmu di sekolah.
"Anaknya baik Mas, supel, tertib, dan disiplin. Selama di sekolah dia tidak pernah dipanggil BK, jadi rekam jejaknya waktu di sekolah baik-baik saja," ungkap Bu Eni saat mengenang almarhum.
Kronologi Musibah di Prefektur Ibaraki
Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah tragis tersebut terjadi pada Minggu, 1 November 2026 sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Di tengah waktu luangnya, almarhum bersama tiga rekan sesama WNI sedang memancing di area tanggul pantai Kota Kashima, Prefektur Ibaraki, Jepang.
Nahas, hantaman ombak besar mendadak datang dan menyeret keempat pemuda tersebut ke laut. Dari peristiwa itu, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia pada malam harinya sekitar pukul 19.00–20.00 waktu setempat.
Almarhum Mazda yang sempat dinyatakan hilang membuat tim SAR setempat bergerak melakukan pencarian intensif.
Pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 21.00 malam karena faktor cuaca dan kegelapan, sebelum akhirnya dilanjutkan keesokan harinya.
Setelah pencarian berlanjut pada Senin pagi sekitar pukul 07.00–08.00 waktu setempat, jenazah Mazda berhasil ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Proses Pemulangan Jenazah ke Indonesia
Meskipun kabar duka telah diterima oleh pihak keluarga di Nambangrejo, jenazah almarhum saat ini masih berada di Jepang dan belum dipulangkan ke tanah air.
Proses administrasi penanganan serta rencana kepulangan jenazah tengah diurus secara intensif oleh pihak keluarga bekerjasama dengan Pemerintah Jepang serta instansi terkait.
"Kabar meninggalnya sudah kami terima dari sana, namun untuk jenazahnya saat ini masih berada di Jepang dan belum pulang. Untuk pengurusan kepulangannya di sana diurus orang tua bersama pihak pemerintah Jepang. Kebetulan ada saudara juga yang sedang bekerja di sana, jadi bisa membantu mengawal proses pemulangannya ke Indonesia," terang Septya.
Ucapan duka mendalam juga mengalir resmi dari almamater almarhum, SMK PGRI 2 Ponorogo:
"Keluarga Besar SMK PGRI 2 Ponorogo Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Mazda Satria (Alumni SMK PGRI 2 Ponorogo Teknik Bodi Otomotif Tahun 2024). Semoga Allah menerima amal ibadah-Nya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulis pernyataan resmi pihak sekolah.
Semoga almarhum Mazda Satria Purnama mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, seluruh proses pemulangan jenazahnya berjalan lancar sampai di rumah duka Nambangrejo, Sukorejo, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan. (ist/mas)
