BREAKING NEWS

Solusi Banjir Tahunan, Ali Mufthi Tinjau Bronjong Sungai Ngasinan Digarap, Warga Pogalan Trenggalek Hembuskan Napas Lega

Solusi Banjir Tahunan, Ali Mufthi Tinjau Bronjong Sungai Ngasinan Digarap, Warga Pogalan Trenggalek Hembuskan Napas Lega


TRENGGALEK, Mediajatimnews.com — Rasa cemas yang kerap menyelimuti warga Dusun Wadi Kidul, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek setiap kali musim hujan tiba, kini perlahan berganti menjadi secercah harapan. 

Pembangunan bronjong penahan tanggul di sepanjang aliran Sungai Ngasinan mulai direalisasikan untuk mengakhiri ancaman banjir tahunan di wilayah tersebut.

Proyek krusial penguatan infrastruktur tanggul ini mendapat perhatian langsung dari Anggota Komisi V DPR RI, H. Ali Mufthi, yang turun langsung ke lapangan meninjau progres pembangunan bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Langkah ini dipandang sebagai angin segar bagi warga RT 14 RW 6 Dusun Wadi Kidul. 

Pasalnya, posisi geografis pemukiman yang berbatasan langsung dengan aliran sungai dan kawasan persawahan menjadikan wilayah ini sebagai "langganan" genangan air saban tahun.

Cemas Tanggul Jebol Setiap Musim Hujan

Bagi masyarakat lokal, banjir bukan sekadar limpasan air biasa. Debit air sungai yang meluap sering kali berbalik arah menuju area pesawahan dan akhirnya merendam permukiman.

Imam Solikin, salah seorang warga Desa Ngadirenggo, mengungkapkan bahwa ancaman terberat terjadi ketika intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.

"Kalau banjir kecil, air membanjiri pemukiman dari luapan sawah. Tapi kalau banjir besar, bahayanya tanggul di sebelah utara maupun selatan bisa jebol," tutur Imam.

Ia berharap penanganan melalui sistem pemasangan bronjong ini tidak berhenti setengah jalan, melainkan diselesaikan secara menyeluruh dari sisi utara hingga selatan demi memastikan benteng pertahanan dari luapan sungai benar-benar kokoh.

Komitmen Penanganan Bertahap

Menanggapi harapan warga, H. Ali Mufthi yang juga Ketua DPD Golkar Propinsi Jawa Timur menegaskan penanganan luapan Sungai Ngasinan memang memerlukan strategi berkelanjutan. 

Pihaknya bersama BBWS Brantas berkomitmen penuh menyelesaikan masalah infrastruktur penanggulangan bencana ini secara bertahap.

"Hari ini saya bersama rekan-rekan dari BBWS Brantas meninjau langsung progres di lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga. Pembangunan ini memang dikerjakan secara berkesinambungan," ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Untuk tahap awal, lanjut H. Ali Mufthi penanganan difokuskan pada titik-titik paling rawan sepanjang 70 meter, sementara sisanya sekitar 30 meter ditargetkan berlanjut pada alokasi berikutnya. 

Penataan anggaran yang merata menjadi alasan pengerjaan dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

"Kami pastikan pengawalan anggaran di tingkat pusat terus berjalan agar sisa pengerjaan segera tuntas. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan dampaknya dan merasa aman," tambah Ali Mufthi.

Menatap Musim Hujan Tanpa Rasa Cemas

Kehadiran bronjong di Sungai Ngasinan bukan sekadar deretan tumpukan batu berbaju kawat baja. Bagi masyarakat Desa Ngadirenggo, struktur tersebut adalah benteng perlindungan untuk menjaga rumah, harta benda, dan kenyamanan hidup mereka.

Dengan penguatan tanggul yang terus berprogres, warga kini menatap musim penghujan mendatang dengan optimisme baru, bebas dari bayang-bayang banjir yang selama ini menghimpit aktivitas harian mereka. (nuryasin)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar