BREAKING NEWS

Rudenim Surabaya Luncurkan SI-RUDI, Inovasi Digital Tingkatkan Akuntabilitas Pemeriksaan Pengungsi dari Luar Negeri

Rudenim Surabaya Luncurkan SI-RUDI, Inovasi Digital Tingkatkan Akuntabilitas Pemeriksaan Pengungsi dari Luar Negeri  


PASURUAN, Mediajatimnews.com  –  Rumah  Detensi  Imigrasi  Surabaya  (Rudenim  Surabaya)  terus berkomitmen  meningkatkan  kualitas  pelayanan  publik  melalui  transformasi  digital dengan menghadirkan SI-RUDI (Sistem Pemeriksaan Pengungsi dari Luar Negeri). 

Inovasi ini sebagai upaya mewujudkan proses pemeriksaan orang asing yang lebih profesional, transparan, akuntabel, serta berbasis teknologi informasi.  

SI-RUDI  dikembangkan  sebagai  solusi  atas  kondisi  pemeriksaan  pengungsi  yang selama  ini  masih  menghadapi  berbagai  kendala,  di  antaranya  belum  tersedianya ruang  pemeriksaan  yang  representatif  serta  belum  adanya  sistem  dokumentasi audio visual yang mampu merekam keseluruhan proses pemeriksaan secara utuh. 

Kondisi  tersebut  berpotensi  menimbulkan  perbedaan  persepsi,  kesulitan  dalam proses verifikasi, serta belum optimalnya perlindungan hukum bagi petugas maupun pengungsi yang diperiksa.  

Melalui  inovasi  SI-RUDI,  Rumah  Detensi  Imigrasi  Surabaya  menghadirkan  ruang pemeriksaan khusus yang dilengkapi perangkat perekaman audio visual, komputer, perangkat  penyimpanan  data,  monitor,  voice  recorder,  CCTV,  hingga  perangkat penerjemah  bahasa.  

Seluruh  proses  pemeriksaan  akan  terdokumentasi  secara digital  sehingga  menghasilkan  bukti  autentik  yang  dapat  dipertanggungjawabkan serta menjadi dasar pengambilan keputusan keimigrasian yang lebih akurat, objektif, dan transparan.  

Kepala  Rumah  Detensi  Imigrasi  Surabaya  menyampaikan  bahwa  transformasi digital merupakan kebutuhan yang harus terus dikembangkan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian.  

"Melalui SI-RUDI, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pemeriksaan orang asing berlangsung secara profesional, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Inovasi  ini  menjadi  wujud  komitmen  Rumah  Detensi  Imigrasi  Surabaya  dalam memberikan  perlindungan  hukum  bagi  seluruh  pihak  sekaligus  meningkatkan kualitas tata kelola organisasi," ujar Karudenim Surabaya.  

Selain menghadirkan sarana pemeriksaan yang berbasis digital, implementasi SI-RUDI  juga  disertai  penyusunan  Standar  Operasional  Administrasi  Pemerintahan (SOPAP),  sosialisasi  kepada  seluruh  petugas  pemeriksa,  pelaksanaan  transfer pengetahuan  (Transfer  of  Knowledge),  serta  monitoring  dan  evaluasi  secara berkelanjutan  guna  memastikan  implementasi  sistem  berjalan  secara  optimal. 

Dalam jangka pendek, SI-RUDI ditargetkan telah terimplementasi dalam waktu 60 hari  melalui  penyediaan  ruang  pemeriksaan  berbasis  audio  visual  beserta mekanisme  dokumentasi  pemeriksaan.  

Selanjutnya,  dalam  enam  bulan  seluruh pemeriksaan  orang  asing  ditargetkan  telah  terdokumentasi  secara  digital, sedangkan  dalam  jangka  panjang  sistem  ini  diharapkan  dapat  menjadi  model pemeriksaan  yang  terstandarisasi  dan  direplikasi  pada  unit  pelaksana  teknis keimigrasian lainnya.  

Implementasi  SI-RUDI  diharapkan  mampu  meningkatkan  kualitas  pemeriksaan orang  asing,  memperkuat  validitas  data  dan  informasi,  mempercepat  proses pengambilan  keputusan  keimigrasian,  meningkatkan  efektivitas  pengawasan internal, serta mendukung reformasi birokrasi dan transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Selain memberikan manfaat bagi organisasi, inovasi ini juga  memberikan  kepastian  hukum,  perlindungan  hak,  dan  peningkatan kepercayaan publik terhadap pelayanan keimigrasian yang modern dan akuntabel.  

Melalui  SI-RUDI,  Rumah  Detensi  Imigrasi  Surabaya  menegaskan  komitmennya untuk  terus  menghadirkan  inovasi  pelayanan  publik  yang  adaptif  terhadap perkembangan teknologi, mendukung prinsip good governance, serta memperkuat profesionalisme  aparatur  dalam  memberikan  pelayanan  keimigrasian  yang berkualitas kepada masyarakat. (mas/nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar