BREAKING NEWS

Atasi Krisis Air Bersih di Ponorogo, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Tandon hingga Modifikasi Cuaca

Atasi Krisis Air Bersih di Ponorogo, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Tandon hingga Modifikasi Cuaca


PONOROGO, Mediajatimnews.com – Dampak kemarau panjang kembali memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung.

Tak hanya mendistribusikan pasokan air, Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa 200 unit jeriken dan 50 tandon air. 

Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga menyimpan cadangan air bersih secara lebih layak selama musim kemarau berlangsung.

Dalam kunjungannya, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengupayakan berbagai solusi komprehensif untuk mengatasi kekeringan di wilayah terdampak. 

Langkah-langkah strategis yang disiapkan mulai dari pencarian sumber air terdekat, pembuatan sumur bor, pemetaan jaringan pipanisasi, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kalau misalnya di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, saya rasa kita bisa bersama-sama membangun koneksitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini,” ujar Khofifah, Sabtu (19/9).

Tantangan Pengeboran dan Upaya Modifikasi Cuaca

Khofifah menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tingkat kesulitan geografis yang berbeda-beda dalam menemukan sumber air bersih.

“Ada yang pengeborannya di kedalaman 90 meter sudah ketemu air, tapi ada juga yang sudah 200 meter masih ketemu lapisan batuan. Jadi masing-masing daerah tantangannya tidak sama,” ungkapnya.

Selain upaya teknis di permukaan dan bawah tanah, Pemprov Jatim juga menempuh jalur udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah bergulir sejak 3 September lalu. 

Langkah ini bertujuan memicu terjadinya hujan buatan saat kondisi atmosfer mendukung, guna mempercepat pemulihan cadangan air di wilayah terdampak.

Senyum Warga dan Kolaborasi Pemerintah Daerah

Bantuan yang datang langsung disambut haru oleh masyarakat setempat. Dian, salah satu warga Dusun Dungus, mengaku sangat terbantu dengan pasokan air bersih serta sarana penampungan yang diberikan.

“Alhamdulillah senang sekali. Bantuan ini sangat membantu bagi warga Dungus karena di sini sedang kekeringan. Semoga ke depannya pasokan air minum bisa kembali lancar,” ucapnya penuh harap.

Di kesempatan yang sama, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga bergerak cepat mengatasi krisis ini. Penanganan darurat terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

“Pemkab Ponorogo terus berupaya mengatasi kekurangan air bersih akibat kemarau panjang ini dengan rutin melakukan dropping air bersih oleh BPBD ke wilayah-wilayah terdampak,” terang Lisdyarita.

Untuk diketahui, Dusun Dungus, khususnya di lingkup RT 2/RW 1, memang menjadi wilayah langganan krisis air bersih setiap kali musim kemarau tiba. 

Data BPBD mencatat setidaknya terdapat 189 jiwa di lokasi tersebut yang menggantungkan kebutuhan air harian dari bantuan distribusi air bersih. (ist/nuryasin).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar