BREAKING NEWS

Semarak Penutupan TMMD ke-129 di Jambon: Kolaborasi Kesenian Reyog Singo Mudho dan Kodim Ponorogo Pukau Warga

Semarak Penutupan TMMD ke-129 di Jambon: Kolaborasi Kesenian Reyog Singo Mudho dan Kodim Ponorogo Pukau Warga


PONOROGO, Mediajatimnews.com  — Suasana Lapangan Kecamatan Jambon mendadak riuh dan meriah tepat setelah rangkaian Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo selesai digelar, Kamis (13/8/2026). 

Dentuman irama gamelan yang membahana langsung menyedot perhatian para tamu undangan, peserta upacara, hingga masyarakat yang memadati area lapangan.

Atraksi memukau Kesenian Reyog Ponorogo hadir sebagai hidangan penutup yang melengkapi suksesnya rangkaian program TMMD di desa Bulu Lor Kecamatan Jambon. 

Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi ciamik antara seniman lokal Grup Reyog Singo Mudho dari Desa Bulu Lor dan Grup Reyog Singo Anorogo milik Kodim 0802/Ponorogo.

Aksi lima pembarong yang mengangkat dadak merak berukuran besar langsung menjadi pusat perhatian. Gesitnya gerakan lima penari jathil serta kelincahan  bujangganong di tengah lapangan kian menghidupkan suasana, mengundang decak kagum warga yang tak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.

Bentuk Dukungan dan Upaya Pelestarian Budaya

Kartiko Andi (21), salah satu pembarong muda yang tampil, mengungkapkan bahwa seluruh personel telah bersiap diri jauh-jauh hari demi memberikan penampilan yang paling berkesan. 

Keterlibatan para seniman lokal dalam penutupan TMMD ini menjadi cermin nyata dari dukungan masyarakat terhadap sinergi TNI, pemerintah daerah, dan warga desa.

"Hari ini kami tampil maksimal, meskipun cuaca lumayan panas. Demi mendukung Upacara Penutupan TMMD yang pelaksanaannya di desa kami, kami ingin memberikan yang terbaik. 

Pembarong ada lima orang, penari jathil lima orang, dan bujangganong lima orang, berkolaborasi dengan Grup Reyog Singo Anorogo dari Kodim Ponorogo," tutur Kartiko di sela-sela kegiatan.

Bagi Kartiko dan rekan-rekan senimannya, panggung penutupan TMMD bukan sekadar wahana menghibur warga, melainkan ruang berharga untuk terus melestarikan warisan budaya kebanggaan Ponorogo—khususnya bagi generasi muda yang terlibat langsung di dalamnya.

Sinergi Manunggal TNI dan Rakyat

Harmoni suara gamelan dari gabungan para pengrawit kedua kelompok membuat tiap babak atraksi mengalir selaras, tertib, dan menghibur.

Hadirnya pentas Reyog ini menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik, tetapi juga merangkul kearifan lokal. 

Kolaborasi seni ini menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat yang tak hanya manunggal dalam kerja bakti, tetapi juga dalam merawat tradisi luhur daerah. (nuryasin/pam).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar