BREAKING NEWS

Purifikasi di Kaki Monumen Reog Ponorogo: Ketua DPRD Dwi Agus Instruksikan Banser Siap Kawal Muktamar ke-35 NU

Purifikasi di Kaki Monumen Reog Ponorogo: Ketua DPRD Dwi Agus Instruksikan Banser Siap Kawal Muktamar ke-35 NU

PONOROGO, Mediajatimnews.com  – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti kawasan Monumen Reog Ponorogo, Kecamatan Sampung. 

Di hadapan lautan pasukan berseragam loreng, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, KRA. Dwi Agus Prayitno, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Apel Purifikasi Satkorcab Banser Ponorogo Hadir pula  pada acara tersebut Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita 

Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi besar untuk memperkuat barisan dan menyongsong agenda nasional.

​Berdiri di atas mimbar kehormatan, Dwi Agus mengaku dadanya bergetar melihat kedisiplinan dan militansi para kader. Kenangan masa lalunya saat mengemban amanah sebagai Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo periode 1999–2003 kembali menyeruak, berjuang bersama almarhum Kiai Haji Dr. Fatchul Aziz dan almarhum Kasatkorcab Masrur David.

​Meski kini takdir menempatkannya sebagai Ketua DPRD Ponorogo, ia menegaskan bahwa jiwa, ruh, dan komitmen pengabdiannya tidak pernah bergeser sedikit pun dari barisan Banser.

​Makna Purifikasi: Pembersihan Niat dan Penataan Barisan

​Dalam amanatnya, Dwi Agus menekankan bahwa apel purifikasi yang digelar ini memiliki arti penting sebagai pembersihan, pemurnian, serta penataan kembali niat dan barisan kader. Ia mengingatkan kembali janji suci Nawa Prasetya Banser dan bai'at yang telah diucapkan.

​Dengan nada tegas, ia mengingatkan agar kader Banser tidak salah arah dalam melangkah:

​Banser tidak pernah lahir untuk sekadar gagah-gagahan di jalanan.

​Organisasi ini tidak dibentuk untuk mencari tepuk tangan atau panggung pencitraan.

​Tugas utama dan pertama Banser adalah menjadi benteng ulama, benteng Nahdlatul Ulama, serta Khadimul Ulama (pelayan para ulama).

​"Jika ada yang mencoba merendahkan martabat kiai kita, siapa yang berdiri paling depan? Banser! Jika marwah Jamiyah Nahdlatul Ulama digusik, siapa yang menjadi tameng kedepan? Banser!" pekiknya membakar semangat peserta apel.

​Banser Sebagai Penjaga Keutuhan NKRI dan Pancasila

​Sebagai kader bangsa, Dwi Agus mengingatkan bahwa negara ini didirikan atas tetesan keringat dan doa para ulama bersama seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, prinsip dasar kebangsaan harus dipegang teguh tanpa kompromi:

​Pancasila adalah falsafah bangsa.

​NKRI adalah harga mati.

​Bhinneka Tunggal Ika adalah takdir bangsa.

​Undang-Undang Dasar 1945 adalah konstitusi tertinggi.

​Banser diinstruksikan untuk selalu hadir sebagai pemersatu di tengah ancaman radikalisme, intoleransi, atau benturan sosial, tanpa memandang suku, agama, maupun ras. Banser dinilai sebagai aset strategis sekaligus benteng moral dan sosial yang menjaga Ponorogo tetap kondusif, damai, dan bermartabat.

​Instruksi Khusus: Siap Siaga Kawal Muktamar ke-35 NU di Lirboyo

​Menjelang akhir arahannya, Dwi Agus memberikan instruksi khusus kepada seluruh pasukan Banser Satkorcab Ponorogo. Dalam waktu dekat, Banser akan menghadapi perhelatan akbar tingkat nasional, yakni Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

​Berdasarkan jadwal, perhelatan tertinggi jamiyah NU tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 27 hingga 31 Agustus 2026 yang berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

​Melalui apel purifikasi di kaki Monumen Reog ini, seluruh jajaran Banser Ponorogo diinstruksikan untuk siaga penuh, satu komando, serta menyiapkan diri secara matang untuk mengamankan dan menyukseskan Muktamar ke-35 NU demi mengawal marwah dan sanad perjuangan ulama hingga akhir hayat. (mas/nur)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar