BREAKING NEWS

MOMENTUM HUT RI KE-81: KHOTBAH JUM'AT DI MASJID MULTAZAM PONOROGO TEKANKAN PENTINGNYA MENELADANI PAHLAWAN DAN MENJAGA KETAKWAAN

MOMENTUM HUT RI KE-81: KHOTBAH JUM'AT DI MASJID MULTAZAM PONOROGO TEKANKAN PENTINGNYA MENELADANI PAHLAWAN DAN MENJAGA KETAKWAAN


PONOROGO, Mediajatimnews.com – Pelaksanaan sholat Jum'at berjamaah di Masjid Multazam, Jalan Ahmad Yani No. 167, Kelurahan Surodikraman, Ponorogo, pada Jum'at Kliwon (21/8/2026) berlangsung khusyuk. 

Dalam kesempatan tersebut, Khotib sekaligus Imam sholat Jum'at, H. Mudier, S., memberikan pesan mendalam terkait ketakwaan, rasa syukur atas kemerdekaan, serta pentingnya meluruskan dan mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan bangsa.

Sebelum memulai khotbahnya, H. Mudier mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mengirimkan doa bagi para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia seiring dengan momentum peringatan HUT RI ke-81. 

Selain itu, doa bersama juga ditujukan bagi para pasien yang sedang dirawat di RSU Muslimat agar diberikan kesabaran dan kesembuhan, serta mendoakan para ahli kubur dan leluhur.

Dalam isi khotbahnya, H. Mudier pertama-tama mengingatkan jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT selagi masih diberi nikmat usia dan kesehatan.

"Mari bersama-sama selagi masih diberikan kesehatan dan kekuatan, kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kita tidak tahu berapa panjang usia kita di dunia ini. Untuk itu, dzikir dan doa terus kita panjatkan, semoga kita mendapatkan hidayah dan inayah dari Allah SWT," tegasnya.


Makna HUT RI ke-81: Meneladani RA Kartini dan Ki Hajar Dewantara

Menghubungkan ketakwaan dengan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, H. Mudier menyoroti pentingnya umat Islam memahami sejarah perjuangan pahlawan secara utuh. 

Ia mengajak jamaah untuk meneladani tokoh-tokoh pahlawan nasional seperti Raden Ajeng (RA) Kartini dan Ki Hajar Dewantara dari sudut pandang sejarah perjuangan dan keislaman yang kuat.

Ia menyampaikan bahwa RA Kartini merupakan sosok murid dan santri dari ulama besar KH. Sholeh Darat Semarang, yang dalam sejarahnya pernah memohon agar mushaf Al-Qur'an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa agar dinikmati dan dipahami masyarakat. 

Begitu pula dengan Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan nasional yang memiliki latar belakang keilmuan pesantren yang kuat.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan, santri, dan ulama yang memperjuangkan kemerdekaan dengan pekik takbir harus terus dipelajari dan dijaga oleh generasi muda muslim agar sejarah bangsa tidak dimanipulasi atau dilupakan.

Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, pesan khotbah di Masjid Multazam Surodikraman diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat Ponorogo untuk terus memperkuat ketakwaan, menjaga keharmonisan, serta mengisi kemerdekaan dengan meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan bangsa. (nuryasin).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar