BREAKING NEWS

Diduga Akibat Sisa Api 'Diang', Dapur dan Kandang Milik Warga Sukorejo Ponorogo Hangus Terbakar

Diduga Akibat Sisa Api 'Diang', Dapur dan Kandang Milik Warga Sukorejo Ponorogo Hangus Terbakar


PONOROGO, Media Jatim News – Kelalaian kecil kembali memicu petaka. Sebuah kebakaran melanda area dapur, kandang, serta tumpukan serabut kelapa milik Supriyanto, warga Dukuh Soko, Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu malam (17/5/2026). 

Amuk si jago merah ini diduga kuat berasal dari sisa bara api diang (perapian) yang belum sepenuhnya padam.

Laporan peristiwa tersebut masuk ke Markas Komando (Mako) Damkar Satpol PP Ponorogo sekitar pukul 20.04 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Regu D Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi yang berjarak sekitar 8,6 kilometer dengan waktu tempuh 17 menit.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 20.24 WIB dan langsung melakukan tindakan pemadaman intensif agar api tidak merembet ke bangunan utama rumah warga lainnya.

Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan kronologi awal mula terjadinya kebakaran tersebut. Menurutnya, pemilik rumah sebelumnya sempat membuat perapian (diang) untuk mengusir nyamuk di belakang rumah.

"Berdasarkan dugaan awal dan keterangan di lapangan, pemilik rumah sebenarnya sudah berusaha memadamkan diang tersebut sebelum ditinggalkan. Namun, diduga kuat sisa-sisa bara api yang belum mati total kembali menyala akibat terkena hembusan angin," ujar Bambang Supeno saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Bambang menambahkan, bara api yang kembali menyala itu kemudian menyambar tumpukan serabut kelapa yang berada di dekatnya. Sifat serabut kelapa yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke sebagian bangunan kandang serta dapur.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang sering membuat diang atau perapian di sekitar rumah, agar benar-benar memastikan api sudah padam total, bila perlu disiram air sampai dingin sebelum ditinggalkan. Angin malam terkadang bisa memicu bara yang mati suri menjadi api besar," tegas Bambang.

Proses pemadaman ini melibatkan kerja sama solid antara berbagai unsur. Sebanyak 3 unit armada dikerahkan ke lokasi, yakni Truk Damkar AE 8005 TP, Truk Damkar AE 8134 SP, dan mobil operasional Hilux AE 8070 SP.

Selain personel Regu D dan dibantu Regu E Damkar, proses penjinakan api juga dibantu oleh personel Satpol PP, jajaran TNI, Polri, serta warga sekitar secara gotong royong.

Setelah berjuang sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total dan dinyatakan kondusif pada pukul 21.20 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

Kendati demikian, kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai kurang lebih Rp2.000.000,- (dua juta rupiah). (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar