BREAKING NEWS

Bukan Zamannya "No Viral No Justice", Desa Bancar dan Polri Ajak Warga Lapor Oknum Nakal Lewat QR Code

Bukan Zamannya "No Viral No Justice", Desa Bancar dan Polri Ajak Warga Lapor Oknum Nakal Lewat QR Code


PONOROGO, Media Jatim News – Paradigma pengaduan masyarakat di tingkat akar rumput kini memasuki babak baru. Pemerintah Desa (Pemdes) Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, secara resmi menggandeng jajaran Kepolisian untuk memperkuat pengawasan pelayanan publik melalui digitalisasi.

Langkah ini dilakukan untuk menghapus keraguan warga yang sering kali lebih memilih memviralkan masalah di media sosial daripada melapor secara resmi. 

Melalui sosialisasi kanal aduan digital milik Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, Desa Bancar kini bertransformasi menjadi desa yang pro-transparansi.

Kanit Propam Polsek Bungkal, Aiptu Dhoni Stiawan Nurharmoko, menjelaskan bahwa inovasi ini adalah upaya "jemput bola" agar masyarakat tidak lagi merasa sungkan atau takut untuk mengoreksi kinerja aparat.

"Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri sangat terbuka terhadap koreksi. Jika ada oknum yang nakal atau indikasi pungli, cukup Scan QR Code yang tersedia. Tidak perlu repot, dan yang terpenting: Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya," tegas Aiptu Dhoni.

Sementara Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, menilai bahwa kehadiran sistem digital ini tidak hanya mengawasi Polri, tetapi juga memberikan efek positif bagi kedisiplinan perangkat desa dalam melayani masyarakat.

Kepastian Layanan: Warga mendapatkan standar pelayanan yang lebih terukur.

Transparansi: Menghilangkan celah praktik pungutan liar di tingkat desa.

Edukasi Teknologi: Mengajak warga melek digital melalui penggunaan Super Apps Polri.

"Dengan sistem aduan digital ini, pelayanan kepada warga menjadi lebih pasti dan terpantau. Kami ingin warga Desa Bancar memanfaatkan teknologi ini secara bijak demi kemajuan dan keamanan desa kita bersama," ujar Agus.


"Daripada Viral, Mending Lapor"

Kampanye ini mengusung pesan persuasif: "Daripada susah-susah viralin, mending langsung laporin". 

Sinergi antara Pemerintah Desa dan Polri ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan bersih dari segala bentuk pelanggaran administrasi maupun hukum.

Kini, warga Desa Bancar tak perlu lagi berteriak di media sosial untuk mendapatkan keadilan; cukup lewat ujung jari, laporan akan langsung mendarat di meja pengawasan pusat. (lis/nur).


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar