BREAKING NEWS

Bahlil Lahadalia: Golkar Jawa Timur Istimewa, Pelantikan DPD II Terbesar Sepanjang Sejarah

Bahlil Lahadalia: Golkar Jawa Timur Istimewa, Pelantikan DPD II Terbesar Sepanjang Sejarah


SURABAYA, Media Jatim News – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD I Partai Golkar Jawa Timur. 

Dalam sambutannya pada acara pelantikan serentak pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Minggu (15/2), Bahlil menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.

Keistimewaan Jawa Timur

Bahlil menegaskan bahwa Jawa Timur menempati posisi yang sangat spesial. Sepanjang sejarah kepengurusan pusat, belum pernah ada pelantikan pengurus tingkat Kabupaten/Kota (DPD II) yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP, terlebih dilakukan secara serentak dalam jumlah besar.

"Belum pernah ada pelantikan DPD II dihadiri oleh Ketua Umum DPP. Belum ada. Sudah gitu, pelantikannya sekaligus pula, 37 (Kabupaten/Kota). Jadi memang Jawa Timur ini penuh dengan sejarah," ujar Bahlil di depan ribuan kader.

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk memprioritaskan kehadirannya di Jawa Timur didasari oleh signifikansi politik wilayah ini. 

"Saya memutuskan untuk datang ke Jawa Timur karena saya tahu, siapa yang bisa menguasai Jawa Timur, dialah yang bisa menciptakan sejarah baru untuk kebaikan masa depan Indonesia yang lebih baik," tegasnya.


Rekam Jejak Sejarah dan Perjuangan

Dalam pidatonya, Bahlil juga menyinggung kaitan erat antara semangat kepahlawanan Kota Surabaya dengan jati diri Partai Golkar. Ia mengingatkan bahwa Golkar lahir bukan dari tangan segelintir elit, melainkan sebagai jawaban atas persoalan bangsa pada masa-masa sulit pasca-pemilu 1955 hingga 1959.

"Golkar adalah partai yang dilahirkan dengan penuh cita-cita perjuangan. Golkar tidak dilahirkan oleh segelintir orang atau segelintir elit. Golkar dilahirkan sebagai jawaban terhadap persoalan bangsa waktu itu," jelas Bahlil.

Ia memaparkan sejarah panjang Golkar, mulai dari gabungan berbagai organisasi (Sekber Golkar) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, petani, nelayan, hingga ulama, hingga bertransformasi menjadi Partai Golkar di era reformasi 1999. Jawa Timur pun tercatat sebagai basis pertahanan Golkar yang paling tangguh saat menghadapi ujian politik berat di awal masa reformasi.


Partai Inklusif Milik Rakyat

Menutup orasinya, Bahlil menekankan bahwa Golkar adalah "aset bangsa" yang inklusif bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang suku atau status sosial. 

Ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai putra Papua yang kini bisa memimpin partai besar tersebut sebagai bukti nyata demokrasi di internal Golkar.

"Golkar ini bukan milik siapa-siapa. Golkar ini adalah milik rakyat, aset bangsa, yang tujuan politiknya adalah politik kesejahteraan," pungkasnya sembari menginstruksikan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar