Nostalgia Warung Kopi Karanggebang, Jejak Kemenangan H. Ali Mufthi dan Komitmen Mendengar Suara Rakyat
Nostalgia Warung Kopi Karanggebang, Jejak Kemenangan H. Ali Mufthi dan Komitmen Mendengar Suara Rakyat
PONOROGO, Media Jatim News – Ada pepatah mengatakan bahwa kebijakan besar seringkali lahir dari meja-meja kayu yang sederhana. Hal inilah yang dirasakan oleh H. Ali Mufthi, Anggota Fraksi Golkar DPR RI Komisi V, saat kembali menginjakkan kaki di sebuah warung kopi milik Pak Hartono di Dukuh Purwo Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Ponorogo.
Bagi Ali Mufthi, warung ini bukan sekadar tempat melepas dahaga, melainkan saksi bisu sejarah perjuangannya pada Pemilu Legislatif 2014 silam.
Di tempat inilah, strategi disusun dan aspirasi warga Dapil II diserap hingga mengantarkannya menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo periode 2014-2019.
Turun ke Akar Rumput, Menjemput Aspirasi
Meski kini telah berkiprah di tingkat nasional sebagai legislator Senayan dan menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, Ali Mufthi tidak kehilangan jati dirinya yang merakyat.
Pada Sabtu (10/1), di tengah padatnya agenda, ia memilih kembali ke warung kopi tersebut untuk duduk melingkar bersama warga dan para kepala desa.
Dalam suasana santai tanpa sekat, diskusi mengalir mulai dari isu pembangunan infrastruktur pusat hingga dinamika ekonomi desa.
"Suara rakyat adalah suara Golkar. Saya besar dari diskusi-diskusi di warung seperti ini, dan tugas saya adalah memastikan keluhan bapak-bapak sampai ke telinga pemerintah pusat," ungkapnya di sela-sela obrolan.
Menyoal Demokrasi: Visi Pilkada Lewat DPRD
Dalam kesempatan tersebut, diskusi juga menyentuh isu politik panas yang tengah diperjuangkan Fraksi Golkar, yakni usulan pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Ali Mufthi memberikan pandangan mendalam mengenai langkah politik ini.
Menurutnya, evaluasi terhadap sistem Pilkada langsung perlu dilakukan demi efisiensi dan menjaga stabilitas sosial di daerah.
"Fraksi Golkar sedang berupaya mengkaji secara serius pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Kita ingin mengembalikan marwah demokrasi yang lebih murni, mengurangi biaya politik yang tinggi, serta meminimalisir gesekan sosial yang sering terjadi di akar rumput akibat kontestasi langsung," tegas Ali Mufthi
Ia menambahkan bahwa dengan sistem ini, kontrol terhadap kepala daerah akan lebih efektif dan fokus pembangunan dapat lebih sinergi dengan visi legislatif di daerah.
Selain urusan politik makro, Ali Mufthi juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi desa melalui program seperti Koperasi Desa Merah Putih dan pengembangan UMKM agar lebih melek digital (e-commerce).
Nostalgia di Karanggebang ini menjadi pengingat bahwa bagi Ali Mufthi, sejauh apa pun ia melangkah ke pusat kekuasaan, hatinya tetap tertambat pada denyut nadi kehidupan masyarakat desa di Ponorogo.
Minuman kopi cokot menjadi favoritnya, dimana kopi cokot disajikan dengan gula aren atau gula Jawa, dan dapat dinikmati sebagai kopi tubruk atau kopi saring.
Tak terasa waktu terus beranjak hingga sore hari, warga dan beberapa kepala desa yakni kades Karanggebang, Kradenan, Tegalsari, relawan berpamitan. (nur).

