BREAKING NEWS

Hujan Deras Sejak Semalam, Sejumlah Desa di Bungkal, Ponorogo Terendam Banjir

Hujan Deras Sejak Semalam, Sejumlah Desa di Bungkal, Ponorogo Terendam Banjir


PONOROGO, Media Jatim News – Curah hujan yang tinggi sejak Kamis sore mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terendam banjir pada Jumat (02/01/2026) dini hari.

Luapan air sungai dilaporkan menggenangi akses jalan, pekarangan warga, hingga puluhan hektar area persawahan.

Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Kamis sore mulai pukul 17.00 WIB pada hari sebelumnya. 

Akibatnya, debit air sungai meluap dan tidak mampu menampung volume air, terutama di wilayah Desa Bedikulon, Desa Bancar, Desa Bediwetan, dan Desa Sambilawang.

Di Desa Bedikulon, air menggenangi beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Katamso, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan MT Haryono dengan ketinggian mencapai 25 cm. 

Selain itu, dilaporkan adanya tanggul Sungai Pelem di Dukuh Bogem yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 5 meter.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian wilayah terdampak banjir di Kecamatan Bungkal:

Desa Bedikulon: Genangan air di pemukiman dan jalan (± 25 cm) serta luapan di area persawahan perbatasan Desa Bajang - Mojopitu.

Desa Bancar: Genangan di area persawahan Dukuh Duwet seluas ± 20 hektar.

Desa Bediwetan: Genangan di area persawahan Dukuh Krajan dan Dukuh Simo seluas ± 25 hektar.

Desa Sambilawang: Genangan di area persawahan Dukuh Suki seluas ± 10 hektar.

Kapolsek Bungkal, AKP H.M. Anwar Fatoni, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang menonjol. Pihaknya terus bersiaga di lapangan untuk memastikan keamanan warga.

"Kami telah menerjunkan personel untuk melaksanakan patroli di titik-titik terdampak dan melakukan pengamanan jalur agar arus lalu lintas tetap lancar. Saat ini air sudah perlahan-lahan mulai surut," ujar AKP H.M. Anwar Fatoni.

Beliau juga memberikan imbauan khusus kepada warga agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, karena ketinggian air bisa berubah sewaktu-waktu tergantung curah hujan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Forpimka, Pemerintah Desa, dan BPBD Kabupaten Ponorogo untuk langkah mitigasi lebih lanjut," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi adanya luapan susulan. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar