Plt Bupati Ponorogo Dorong Optimalisasi Gizi Balita, Targetkan Penurunan Stunting hingga 7,7%
Plt Bupati Ponorogo Dorong Optimalisasi Gizi Balita, Targetkan Penurunan Stunting hingga 7,7%
PONOROGO, Media Jatim News – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam menanggulangi masalah gizi balita, termasuk stunting, gizi buruk, dan gizi kurang. Menurutnya, isu gizi anak merupakan tantangan serius yang menentukan kualitas generasi mendatang.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jumat (21/11/2025).
Lisdyarita menuturkan bahwa kekurangan gizi dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak, sehingga diperlukan intervensi tepat dan berkelanjutan.
“Masalah gizi ini menentukan masa depan. Alhamdulillah, angka stunting di Ponorogo sudah turun. Yang tadinya 8,7 kini menjadi 7,7,” ungkapnya.
Plt Bupati menjelaskan, program PMT di Ponorogo difokuskan pada pemenuhan gizi berbahan pangan lokal. Langkah ini dianggap lebih berkelanjutan dan dekat dengan keseharian masyarakat.
“Pemberian makanan tambahan menggunakan bahan makanan lokal untuk memastikan kecukupan gizi, terutama protein hewani dan pangan lokal yang kaya nutrisi, bagi ibu hamil dan balita,” jelasnya.
Lisdyarita juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi.
“Ketika anak tidak mau makan, pelan-pelan dipaksa, diajak bermain, supaya mau makan dan tidak stunting,” pesan Lisdyarita di hadapan para ibu.
Selain fokus pada gizi balita, Lisdyarita turut mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi pekarangan dengan menanam sayuran seperti cabai dan bawang merah. Hasil panen dapat dikumpulkan dan disalurkan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari penguatan pangan lokal.
Tak hanya itu, ia menganjurkan warga memelihara ternak seperti lele dan ayam petelur. Hasil ternak juga dapat disalurkan ke Dapur SPPG, sehingga selain menambah ketahanan pangan, juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga. (nur).

